Rabu, 11 Maret 2009

62% siswi SMP dan SMA tidak gadis lagi.."masa sih".

Yap. Itulah hasil survey terbaru dari Komisi Nasional Perlindungan Anak 2008 yang dilkukan di 33 propinsi di Indonesia. Jadi, jangan lengah sebagai orang tua. Cerita berikut bisa menjadi pelajaran untuk selalu mengawasi anak-anak kita, sesibuk apapun kita.

Dikutip dari majalah Kartini edisi 2235.

Ini dialami oleh Rida (bukan nama sebenarnya). Karena kesibukannya jarang sekali mengetahui aktivitas dua anaknya, Dea 15 dan Reza 9 thn.

Membuka-buka tas sekolah,atau memperhatikan kamar mereka pun sangat jarang sekali.

Suatu ketika, saat libur tanggal merah dan tidak pergi kemana-mana ia masuk kamar Dea, niatnya membereskan kamar anak perempuannya. Karena tas Dea tergeletak di atas ranjang dan bukubukunya tercecer keluar,ia membereskannya. Saat itulah matanya menangkap CD bergambar mencolok, CD porno.

Wakil kepala cabang sebua bank di Jakarta timur itu sampai melotot karena kagetnya. Dengan gemetar tangannya menggerayang ke dalam tas, juga kotak pensilnya dan tempat HP. Di sarung HP ia dibuat lebih syok lagi ; menemukan kondom rasa strobery yang sedang gencar diiklankan di TV. Seketika tubuhnya lemas. Pikirannya kalut, campur aduk tak karuan. Hanya bisa duduk tertegun di tempat tidur putrinya yang sekolah di kelas 3 SMP.

Saat Dea ditunjukkan benda-benda itu, awalnya ia mengelak dan mengatkan punya temannya. Setelah didesak, baru lah Dea mengaku. Rida akhirnya membawa putrinya ke dokter kandungan untuk memeriksakannya. Dan ia harus menerima kenyataan pahit, putrinya memang telah melakukan hubungan seksual dengan pacarnya

Selasa, 10 Februari 2009

Benar saja apa yang terjadi,semenjak kepindahan ruang kerjaku mulai mendapatkan kritikan dan cubitan-cubitan kecil yang kurasakan di daerah pinggang.
Cukup nakal dan agak narsis tentunya,tapi kayaknya Dia selalu bisa meluangkan waktu yang sangat amat cukup untuk memperhatikan gerak-gerikku.
Yang kuhadapi sebenarnya bukan masalah yang besar,tapi hanya sebuah konsekwensi yang harus kuterima dengan lapang dada akibat dari pilhan yang kuambil.
Dimatanya saat ini aku bukan siapa-siapa,bukan sesuatu yang patut dan pantas untuk menerima semua kepercayaan dan sesuatu tanggung jawab yang bertanda petik uang atau money atau apalah yang bergantung materi.
Terlalu dangkal bukan?
Terlalu picik?
Padahal menurutku aku bukan seseorang yang pantas dibuat menjadi pesaing tangguh,atau rival yang kuat atau seseorang yang bisa dikatagorikan menjadi musuh buatnya
Aku cukup tau akan kondisiku,segala hal aku sudah kalah,pangkat,sekolah,dan usia tentunya.
Difihak lain aku hanya mencoba melaksanakan yang terbaik yang diberikan padaku,kepercayaan yang disinggahkan dipunggungku dan coba untuk mendapatkan hasil terbaik untuk semua usahaku..itu saja.Aku hanya memanfaatkan kesempatan dimana kesempatan yang datang padaku bisa kudapatkan.
Dan paling tidak aku bisa jujur pada diriku sendiri
Apa yang benar-benar yang kuingini?
Apa yang benar-benar yang kumaui?
Saat ini aku ingin menjadikan dia target utama,untuk membuktikan bahwa yang kulakukan semua ini yang terbaik,yang aku bisa.
Yang kudapatkan saat ini memang pantas buatku,
Bukan karena Faktor "anak Kesayangan"
Bukan karena Faktor " Mencari perhatian "
Aku ingin buka matanya akan sosok aku ,kuingin manifulasi fikirannya untuk berbelok selalu berkata"oh" padaku.
Aku bisa membuktikan,karena aku bukan musuh

Minggu, 01 Februari 2009

Kamis, 29 Januari 2009

Selasa, 27 Januari 2009

Disegani atau ditakuti


Belakangan agak kaget juga ,,kenapa atmosfir lingkungan kerja sudah mulai berubah...emmm kayaknya sih pengaruh ga ada lagi yang bisa ditakuti disini,semua masing-masing punya pendapat dan semuanya saling berseberangan yang muda pada kurang ajar yang tua udah ga bisa berbuat banyak.Kemungkinan yang udah tua males menanggapi sikap-sikap yang muda yang sering keterlaluan,ada sih yang cukup dianggap berwibawa tapi juga cuman sedikit "Pak Haji",sayangnya gak semua pak haji yang ada disini bisa dijadikan panutan.Yang muda-muda mulai kayak perahu tanpa kemudi,bergerak bebas ,memutuskan keputusan tapi memikirkan konsekwensi yang akan berakibat fatal.Sebenarnya aku juga sendiri agak kurang sreg dengan kejadian kejadian yang terjadi, terlintas sesaat di inginku untuk mau jadi sesuatu untuk ditakuti atau sesuatu yang disegani....Gaswat,kayaknya udah banyak virus yang merajai fikiranku saat ini,bayangkan saja aku gak bisa berbuat banyak,,,aku hanya jadi seorang penggerutu ulung Hebatkah..? Tapi dimana letak kehebatan itu!!. Sesat juga bentukku berubah menjadi seorang yang mulut rapat tertutup plester untuk menyimpan setiap umpatan,kupingku membesar... karena mendengar banyaknya keluhan,wajahku kian menyusut dengan malu yang mengelayut.....apa yang terjadi dengan hatiku?? kurasa saat itu hatiku tidak bisa bekerja kenapa? karena hatiku tidak bisa meneteksi maksud dari semua. Trus apa aku harus eror....sendiri.... Aku ajkan janji mncari jawabnya.Untuk sementara bagiku yang saat ini terjadi mau tidak mau aku tidak boleh terpengaruh,aku akan jadi diriku untuk selau bertanggung jawab akan pilihan pilihan ku.

Senin, 19 Januari 2009

Bueeeecek

Alamak...hujan mungkin selain membawa berkah juga membawa sedikit kekecewaan bagiku,,.Depan rumahku..hm..hm...udah gangnya sempit,beuuucek banget........kayak adonan bubur manado.Belum lagi aromanya......asli,males banget ngliatnya. Bermula dari mondar-mandirnya truk didepan rumah membawa bahan bangunan punya para tetangga yang mulai mendirikan rumah mereka. Karena kurang ditimbun yah walhasil sih jadi kubangan kubangan lumpur,kesel sih...tapi mau bgimana lagi bu?? Konsekwensi tinggal di gang sempit yang baru membangun ya emang begitu itu. Karena banyak kubangan lumpur para bebek kian nafsu buat berenang di situ...
Ada lagi kasus terbaru,masa tempat pembuangan sampah di depan gang ada yang sabotase tong sampahnya dirusak sama oknum yang merasa dirugikan dengan aroma sampah yang memabukkan.Katanya...emang tanah nenek moyang kalian buang sampah disini. Aneh sih lagian tong sampah tersebut nyata diletakkan dipinggir jalan raya yang emang ga bertuan..hi...hi maklumlah biasa hidup sendiri,begitu punya tetangga banyak trus ngerasa terusik...kecian banget.Tetangga yang satu ini emang dikenal sering nyari musuh,,begitu punya tetangga yang notabene punya pengalaman tinggal di kota yang serba cuek,gak peduli dan mengurus urusan masing-masing yeeeaa...bingung dia gak ada musuh..cape deh.Yah moga ja dia masuk surga...amien

Minggu, 11 Januari 2009

Prinsip

Aku gak tahu,ini kabar gembira atau merupakan cobaan bagi aku lagi.Tapi perubahan tugas kerja yang akan aku alami setidaknya sudah menyelesaikan satu permasalahan yang sering datang mengganjal. Gimana aku bekerja yang tenang dilapangan jika aku pergi ke luar gedung dihantar dengan senyuman-senyuman kecut,cibiran yang ga kelihatan.Atau tudingan yang bagiku ga masuk akal aja.Sekarang ja aku divonis sebagai orang kesayangan yang bakalan kehujanaan uang proyek.Gara-gara deket ma bos tuh,padahal aku aja ga ngerasa begitu.Mungkin prinsip mendekat lebih dekat ke arah musuh untuk menghasilkan perbaikan diri lebih baik itu 100% bener ya.Buktinya apa yang kuperoleh dari cibiran mereka dan aku perbaiki,terbukti semakin membuatku merasa lebih baik. ya pengalaman guru yang terhebat lah